MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN


MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, sehingga bisa menghasilkan hal yang lebih baik.

Motivasi seperti halnya api, dia akan membakar siapa saja yang berada didekatnya. Dan dia hanya akan padam, jika ada orang atau suatu benda yang memadamkannya. Motivasi menjadi pembakar jiwa dan pengobar semangat untuk mencapai hasil dan kehidupan yang lebih baik. Bukan hanya dalam hidup, dalam dunia kerja motivasi juga sangat di perlukan. Bahkan, dalam semua aspek kehidupan, dari ekonomi, agama, sosial dsb.

Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat buat sesamanya. Saya yakin, semua orang yang membaca artikel ini memiliki impian yang dahsyat dan tujuan yang mulia, yaitu bisa menjadi inspirator atau motivator bagi diri sendiri, orang lain dan keluarga.

Ini bukan tentang orang lain, ini adalah tentang diri kita sendiri. Kita harus menang, kita harus menang terhadap diri kita sendiri. Sehingga, kita dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi semua orang yang berada di sekitar kita. Karena, untuk menjadi inspirasi bagi orang lain, kita harus menginspirasi diri kita terlebih dahulu.

Dalam kehidupan ini, kadangkala hasil yang telah kita capai tidak sesuai dengan rencana awal yang telah kita buat. Ini adalah pelajaran kehidupan dan itu merupakan hal yang wajar. Tapi, kita telah mendapatkan suatu hal yang sangat berharga, yaitu pengalaman. Bahkan ada pepatah mengatakan, “Experience Is The Best Teacher”. Dari pengalaman inilah, yang menjadikan kita tidak jatuh di lubang yang sama, yang menjadikan kita lebih sadar, dan menumbuhkan semangat untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Itulah yang dilakukan oleh orang yang memiliki motivasi, motivasi untuk bertahan dan untuk terus maju dan maju. Dia akan memandang masalah sebagai tantangan baru yang harus di hadapi. Apa tantangan saya hari ini?, masalah apa yang harus saya hadapi saat ini?.

Bagaimana kita berkomunikasi terhadap diri kita, merupakan hal yang sangat penting, dan itu merupakan kunci bagaimana pikiran kita akan menjawab semua pertanyaan atau masalah dengan jawaban, bukan dengan emosi. Berbicara dengan pikiran bawah sadar merupakan salah satu cara supaya kita bisa berkomunikasi dengan diri kita. Muhasabah atau afirmasi yang kita lakukan, akan memudahkan kita mencari jawaban dari masalah kita. Bukan hanya itu, afirmasi akan menjadikan pikiran kita lebih segar dan jiwa kita lebih tenang.

Api tidak bisa menyala dengan sendirinya, harus ada seseorang yang menyalakannya. Begitu juga dengan motivasi, dia tidak akan datang dengan sendirinya, kita perlu hal-hal yang bisa menjadi pemicu untuk menyalakannya. Yang terpenting, siapakah orang yang pertama kali menyalakan api itu, kita atau orang lain?.

Jangan lupa, lakukanlah afirmasi atau muhasabah diri setiap pagi, meski satu menit. Karena satu menit itu, akan menentukan bagaimana kita dihari itu. Teruslah mencoba dan berusaha, sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman yang baru. Bentuklah diri kita menjadi pribadi-pribadi yang positif. Sehingga, kita akan menjadi magnet positif di manapun kita berada. Saya yakin, sahabat-sahabat semua bisa dan akan melakukannya.

Cerita lain tentang Motivasi

Anda pernah dengar cerita perbedaan wortel dan tongkat?

Kalau belum, ijinkan saya bercerita singkat saja. Bayangkan anda baru saja memenangkan perlombaan lari. Saat di atas podium, sebagai hadiahnya anda diminta memilih antara wortel dan tongkat, kira-kira mana yang anda pilih?

Sebelum anda klik “baca selanjutnya”, tetapkan dulu pilihan anda.

Menurut cerita tersebut, bagi anda yang memilih wortel, menggambarkan kalau motivasi anda muncul karena didorong mendapatkan kesenangan. Kesenangan bisa berarti anda mendapat uang, reward, bonus, komisi, atau yang intinya mendatangkan kenyamanan.

Sedang bagi anda yang memilih tongkat menunjukkan kalau motivasi dalam diri anda cenderung muncul karena didorong oleh ketakutan. Artinya, anda akan jadi lebih bersemangat kalau anda sedang misalnya dibayang-bayangi ketakutan seperti takut jatuh miskin, takut digigit anjing sehingga anda bisa melompati pagar yang tinggi, dan berbagai ketakutan lainnya. Intinya anda lebih termotivasi untuk menghindari hal yang tak anda inginkan menimpa diri anda.

Apapun kemudian jenis sumber pendorong motivasi dalam diri anda, anda harus mengenalinya. Ini penting sebab dengan mengenali apa yang menjadi penyulut motivasi anda, anda tahu bagaimana cara membangkitkan motivasi dalam diri anda.

Contoh misalkan anda lebih termotivasi mendapatkan kesenangan, maka anda bisa pasang gambar rumah mewah impian anda di tembok dekat tempat tidur misalnya. Sedangkan bagi anda yang lebih termotivasi karena ketakutan, mungkin anda bisa pasang gambar rumah reyot yang tak ingin anda tempati. Setiap kali anda melihat gambar tersebut, percayalah anda akan bersemangat melakukan apa yang harusnya anda lakukan. Rasa malas akan sirna dari diri anda.

Lantas bagaimana jika ingin memotivasi orang lain?

Prinsipnya sebetulnya sama. Pertama, kenali sumber motivasi orang tersebut. Dan kemudian berikan motivasi sesuai jenis motivasi yang membangkitkan semangatnya. Andaikan teman yang ingin anda beri motivasi merupakan tipe orang yang mengejar kesenangan, maka motivasilah misalnya dengan kisah-kisah sukses.

Begitu pula sebaliknya jika rekan anda merupakan tipe orang yang lebih termotivasi oleh ketakutan, anda bisa sampaikan motivasi yang sesuai. Dengan begitu niscaya mereka akan lebih termotivasi dengan apa yang anda sampaikan. Hasilnya pun akan membuat mereka menjadi lebih bersemangat.

Namun yang jelas, apapun pendekatan motivasi yang anda lakukan, tak ada yang benar maupun salah. Cara tersebut hanya agar kita mampu berkomunikasi secara lebih baik dengan diri maupun orang-orang di sekeliling kita.

(Sumber: Joko Susilo, http://www.azzamfasih.com)

One response to “MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s