RISET ANDALAN PERGURUAN TINGGI


Riset Andalan Perguruan Tinggi Dan Industri

Daya saing suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kelimpahan sumberdaya alam dan tenaga kerja murah, tetapi lebih ditentukan oleh inovasi teknologi dan penggunaan pengetahuan, atau kombinasi keduanya. Kemampuan menghasilkan, memilih, menyesuaikan diri (adaptasi), mengkomersialisasikan dan menggunakan pengetahuan sangat penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan perbaikan standar hidup.

Potensi sumberdaya alam berlimpah yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini, harus dapat menjadi keunggulan yang bermanfaat dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berpengaruh dalam tatanan kehidupan pergaulan internasional dengan bangsa-bangsa lain, serta mampu mensejahterakan dengan kemampuan pengelolaan yang mandiri.

Untuk membangun kemampuan kompetitif bangsa harus dilaksanakan secara bersama-sama, konvergen dan sinergis. Dalam hal pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan bangsa, komponen pemerintah, perguruan tinggi, dan industri harus bersama-sama menyatukan potensi dalam satu jaringan kerja yang setara dan sederajat untuk melakukan penelitian dan pengembangan secara terorganisir dan sistematik. Apalagi dalam era globalisasi saat ini Indonesia seperti negara berkembang lainnya dihadapkan pada tantangan munculnya persaingan bebas dalam perdagangan antar bangsa. Adanya persaingan bebas ini akan menyebabkan Indonesia “diserbu” berbagai macam produk dan teknologi baru dari negara lain.

DP2M terus berupaya menumbuhkembangkan budaya penelitian dan pengembangan di perguruan tinggi, memperkokoh sinergi diantara tridarma perguruan tinggi, dan meningkatkan manfaat dan dampak dari hasil penelitian dan pengembangan. Dalam hal tersebut, DP2M terus berupaya mengembangkan program penelitian unggulan stratejik dalam pengembangan iptek yang menjadi kepentingan nasional.

Program penelitian yang dikembangkan DP2M Dikti selama ini telah menunjukkan hasil-hasil penelitian yang dapat dikembangkan menjadi produk industri yang stratejik bagi kepentingan bangsa. Untuk itu diperlukan pengembangan program penelitian sebagai wahana peningkatan hasil penelitian menjadi produk industrial yang prospektif dalam pemasarannya, baik sebagai peningkatan daya saing bangsa maupun memutus ketergantungan dengan produk luar negeri. Program yang telah di mulai tahun 2004 adalah program Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (Rapid).

Program Rapid merupakan wahana yang memberikan kesempatan bagi terwujudnya hubungan kerja sinergis antara lembaga penghasil konsep dan teknologi dengan lembaga manufaktur/industri. Selanjutnya produk-produk industrial mutakhir dengan fitur-fitur baru, atau yang mampu memutus rantai ketergantungan dengan pihak luar negeri, dimungkinkan beredar di pasaran sebagai hasil penelitian-penelitian perguruan tinggi di dalam negeri. Dengan demikian, budaya penelitian (yang bernuansa penciptaan produk secara berkelanjutan) akan tumbuh di dunia industri Indonesia, dan budaya industri (yang bernuansa time to market) akan tumbuh pula di perguruan tinggi di Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menumbuhkembangkan budaya penelitian yang menghasilkan temuan prospektif di pasaran dan baik dikembangkan menjadi produk industrial yang dapat diproduksi berbudaya penelitian dan memberikan manfaat bagi masyarakat, (2) mewujudkan kerjasama sinerji berkelanjutan antara perguruan tinggi sebagai lembaga penelitian dan industri sebagai lembaga manufaktur melalui penyeimbangan tarikan pasar dan dorongan teknologi, dan (3) mendorong berkembangnya sektor riil berbasiskan produk-produk hasil penelitian dan pengembangan dalam negeri sendiri untuk menumbuhkan kemandirian perekonomian bangsa.

Ruang lingkup bidang Rapid ditentukan secara top down. Bidang yang dipilih merupakan bidang yang dinilai sangat stratejik bagi peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa adalah (1) Pertanian dan Pangan, (2) Kesehatan, (3) Teknologi informasi, (4) Energi, (5) Teknologi Manufaktur, dan (6) Kelautan dan Perikanan

Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah (1) temuan teknologi dan atau produk yang siap dikomersialkan dan dipasarkan sebagai hasil kegiatan kerjasama antara dunia industri dan perguruan tinggi, (2) terbentuknya kerjasama sinerji antara perguruan tinggi dengan industri sebagai lembaga manufaktur dalam keberlanjutan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk industri, (3) terwujudnya industri-industri nasional yang mandiri dan berbasis penelitian dan pengembangan, yang mampu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dalam persaingan pasar global, dan (4) kerjasama antara industri dan perguruan tinggi menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa dan pihak lain yang berkepentingan.

Dalam program Rapid pihak mitra industri menjadi entry point dalam penyusunan proposal yang diusulkan oleh kelompok dosen, dimana pihak kelompok dosen mendukung atau mensuplai teknologi apa yang diinginkan oleh mitra industri. Kelompok dosen yang dapat mengusulkan: (1) jurusan / departemen dan fakultas atau lembaga/pusat penelitian dalam satu perguruan tinggi atau kerjasama antar perguruan tinggi dan (2) kerjasama perguruan tinggi dengan lembaga litbang departemen atau LPND.

Pengusul harus mempunyai track record dan road map riset /teknologi yang jelas terkait dengan bidang yang diajukan sesuai dengan Kerangka Acuan (kerangka acuan ada pada dokumen terpisah). Pengusul tersebut harus mengusulkan proposal Rapid melalui kelembagaan penelitian di perguruan tinggi.

Mitra industri harus mampu menunjukkan kebutuhan teknologi yang memerlukan kerjasama penelitian dan harus mampu menunjukan prospek komersial penggunaan teknologi. Kesanggupan mitra industri dalam memberikan kontribusi pendanaan tunai dalam Rapid akan merupakan keharusan pengusul. Industri yang dijadikan mitra, haruslah industri yang sehat dan memproduksi produk yang terkait dengan bidang Rapid yang diusulkan, dengan track record yang baik dalam produksi, pemasaran, dan manajemen, serta memiliki potensi efek ganda baik kepada industri sejenis maupun industri lain.

Pengusulan Rapid dilakukan secara bertahap yang meliputi :

Tahap I : Pra proposal (desk evaluation)
Tahap II : Full proposal bagi telah lolos seleksi tahap I
Tahap III : Desk Evaluasi dan Seminar Full proposal (kelompok dosen dan mitra industri harus presentasi pada tahap ini)
Tahap IV : Kunjungan Lapangan
Tahap V : Penetapan Proposal yang diterima

Rapid ini dirancang multitahun dengan waktu maksimal 3 tahun. Pada setiap termin akan dilakukan evaluasi terhadap laporan serta indikator kemajuan :

Tahun 1 : Model Proses & Produk Teknologi, Prototipe, Rancangan Sistem, Pilot Plan dari produk serta Bisnis Plan, Publikasi dan/ atau HKI;
Tahun 2 : Prototipe Produk, Publikasi dan/ atau HKI, Prospek Pemasaran;
Tahun 3 : Produk yang dihasilkan proses produksi, Publikasi dan/ atau HKI, Kinerja Pemasaran

Indikator keberhasilan Rapid lebih rinci dapat dilihat pada Kerangka Acuan masing-masing bidang (Kerangka Acuan ada pada dokumen terpisah). Dalam laporan setiap tahun, harus menyertakan pula dokumentasi hasil Rapid dalam bentuk standar produk (karakterisasi, spesifikasi desain, implementasi, pengujian), laporan penggunaan dana serta kontrak
kerjasama antara perguruan tinggi dan mitra industri yang mencakup antara lain pola pembagian hasil/royalti antara pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama.

Biaya Rapid diperoleh dari pemerintah (DP2M), perguruan tinggi, dan mitra industri. Setiap judul, biaya yang disediakan oleh DP2M Dikti maksimal Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) per tahun, meliputi:

No Komponen Alokasi
1 Gaji/upah (Maksimum) 35 %
2 Bahan / Perangkat Penunjang (Maksimum) 45 %
3 Perjalanan (Maksimum) 10 %
4 Pengolahan data, Laporan, Publikasi Seminar,
Pendaftaran HKI dan lain-lain (Maksimum)
10 %
Total 100 %

Selain dana dari pemerintah, pihak mitra industri harus memberikan kontribusi dalam bentuk dana cash minimum 25 % dari nilai nominal kontrak diluar in kind yang dituangkan dalam surat keterangan bermaterai, Kontribusi perguruan tinggi dalam bentuk dana cash minimum 15 % dari nilai nominal kontrak yang dibiayai pemerintah (DP2M) diluar in kind yang dituangkan dalam surat keterangan bermaterai,

Kelanjutan pendanaan dari DP2M Dikti didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan setiap waktu dari setiap tahapan kontrak. Pendanaan dapat dihentikan sebelum masa kontrak selesai apabila hasil Rapid tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam proposal atau sudah tidak ada kerjasama dengan pihak mitra industri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s